A Wish Too Much
Aku ingin keningmu yang selalu ku kecup sebelum kita terjaga di malam hari.
Aku ingin kau yang membangunkan ku dari tidur sebelum mentari melakukannya.
Aku ingin kau yang mengelus pundakku lalu memelukku ketika dunia sedang tidak berpihak padaku dan Tuhan sedang mengujiku.
Aku ingin kau mengikutiku dari belakang, ketika aku ruku', ketika aku sujud, sampai akhirnya mengucap salam.
Aku ingin kau yang membangunkan ku dari tidur sebelum mentari melakukannya.
Aku ingin kau yang mengelus pundakku lalu memelukku ketika dunia sedang tidak berpihak padaku dan Tuhan sedang mengujiku.
Aku ingin kau mengikutiku dari belakang, ketika aku ruku', ketika aku sujud, sampai akhirnya mengucap salam.
A wish too much...
Ketika kita telah berupaya semampu mungkin, kemudian harapan tak kunjung menjadi kenyataan, maka kita hanya perlu percaya bahwa Tuhan telah mengatur jalan ceritanya.
Cinta seharusnya membebaskan, agar tulus itu tumbuh. Bukan memenjarakan dengan berbagai tuntutan dan "status sementara".
Aku tak ingin egois seperti dahulu. Aku sudah lain dengan kemarin.
Aku memilihmu.
Silahkan kau pilih dengan siapa kau ingin bahagia. Jika kau memilihku, mari kita jaga rasa, asa dan do'a. Kelak aku akan menjemputmu.


Komentar
Posting Komentar